Ibu-Ibu Gelar Aksi di Monas, Kritisi Program Makan Bergizi Gratis
Ibu-ibu dari berbagai komunitas menggelar aksi di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, menyoroti MBG yang tengah berjalan pemerintah.

Aksi ini disertai kritik keras atas pelaksanaan program yang dinilai tidak efektif, berpotensi membahayakan, dan belum berpihak pada keluarga miskin yang seharusnya menjadi sasaran utama.
Dibawah ini Anda bisa melihat berbagai informasi menarik lainnya tentang seputaran DUNIA IBU IBU CANGGIH INDONESIA.
Ibu-Ibu Gelar Aksi Protes di Monas
Rabu, 1 Oktober 2025, ibu-ibu dari kelompok Suara Ibu Peduli MBG mengadakan aksi damai di area IRTI Monas. Aksi ini berlangsung dengan membawa berbagai atribut seperti panci, kuali, dan poster yang berisi kritik tajam terhadap program MBG.
Mereka secara simbolis menunjukkan ketidakpuasan terhadap kualitas makanan yang disalurkan dan risiko keracunan yang sudah terjadi pada ribuan anak di Indonesia. Awalnya aksi akan digelar di depan Istana Negara namun bergeser ke Monas karena adanya kegiatan HUT TNI.
Dalam orasinya, perwakilan kelompok, Rusmarni Rusli, menegaskan bahwa program MBG yang seharusnya mulia malah mengalami pergeseran menjadi proyek formalitas semata. Program tersebut mengabaikan aspek keselamatan dan kualitas makanan. Dia juga menolak sikap pemerintah yang meremehkan kasus keracunan massal sebagai angka kecil. Rusmarni menuntut evaluasi total program demi keselamatan anak-anak secara riil.
Kritik Terhadap Kualitas dan Keamanan MBG
Kritik utama para ibu-ibu adalah adanya kasus keracunan makanan yang melibatkan lebih dari 8.600 anak dari 16 provinsi sebagaimana data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa standar keamanan dan kualitas makanan dalam program MBG belum memenuhi syarat kesehatan yang seharusnya. Selain itu, pelaksanaan yang terkesan tergesa-gesa dan tidak merata membuat program ini belum berjalan efektif.
Para demonstran juga menyoroti risiko penyalahgunaan anggaran dan lemahnya pengawasan pelaksanaan program. Mereka mendesak agar pemerintah tidak hanya fokus pada pencapaian target kuantitatif, melainkan harus memperhatikan kualitas, transparansi penyaluran, dan keadilan. Sehingga program benar-benar memberi manfaat bagi keluarga miskin dan daerah tertinggal terlebih dahulu.
Baca Juga: Heboh! 2 Emak-Emak Lumajang Terekam Curi Emas Di Dua Toko Dalam Sehari
Lima Tuntutan Pokok Suara Ibu Peduli

Dalam aksi tersebut, kelompok Suara Ibu Peduli menyerahkan lima tuntutan utama kepada pemerintah agar program MBG segera diperbaiki. Pertama, dilakukan evaluasi menyeluruh dengan fokus pada kualitas dan tanggung jawab pemerintah. Kedua, penyaluran program harus dimulai dari keluarga bawah dan menengah, serta daerah yang paling membutuhkan.
Ketiga, prioritas penerima harus diberikan pada kawasan pedesaan dan daerah krisis pangan gizi. Keempat, manajemen penyaluran harus dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan komunitas perempuan dan masyarakat sipil sebagai pengawas independen. Kelima, program MBG harus dilihat dari perspektif hak asasi anak, bukan hanya proyek pemerintah semata.
Harapan Agar Program MBG Berjalan Berkeadilan
Peserta aksi berharap agar pemerintah benar-benar serius dalam menata ulang program Makan Bergizi Gratis agar tepat sasaran dan ramah terhadap keluarga miskin yang menjadi prioritas.
Evaluasi program yang transparan dan melibatkan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci agar makanan bergizi yang diberikan tidak membahayakan anak-anak dan memberikan dampak positif nyata pada peningkatan gizi.
Aksi ibu-ibu ini menjadi suara penting untuk menekan pemerintah. Agar tidak mengabaikan kualitas dan keselamatan dalam program yang bertujuan mulia ini. Mereka mengingatkan bahwa hak atas pangan bergizi adalah hak dasar yang harus dipenuhi dengan sungguh-sungguh agar generasi muda tumbuh sehat dan kuat.
Kesimpulan
Aksi ibu-ibu di Monas kali ini bukan hanya sebatas protes, tetapi seruan tegas agar pemerintah mengevaluasi dan memperbaiki total program Makan Bergizi Gratis yang selama ini bermasalah.
Keselamatan dan kualitas makanan anak-anak harus menjadi prioritas utama, bukan hanya pencapaian angka target semata. Program MBG yang sebenar-benarnya harus berkeadilan, transparan, dan benar-benar menjangkau keluarga yang membutuhkan agar misi peningkatan gizi nasional dapat tercapai dengan optimal.
Simak dan ikuti terus informasi terlengkap tentang Berita Viral IBU IBU CANGGIH yang akan kami berikan setiap harinya.
- Gambar Utama dari kompas.com
- Gambar Kedua dari okeguys.com