Ibu Hamil Dan Balita Terselamatkan Saat Banjir Duri Kosambi Jakbar

Banjir Duri Kosambi, Jakarta Barat, evakuasi ibu hamil dan balita berhasil dilakukan, warganya selamat berkat respons cepat petugas.

Ibu Hamil Dan Balita Terselamatkan Saat Banjir Duri Kosambi Jakbar

Banjir di Duri Kosambi, Jakarta Barat, memaksa evakuasi darurat. Ibu hamil dan balita menjadi fokus utama, diselamatkan berkat koordinasi cepat petugas dan warga setempat. Aksi penyelamatan ini menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana di kawasan perkotaan.

Evakuasi Ibu Hamil Dan Balita Di Duri Kosambi

Banjir yang melanda permukiman di Jalan Pulo Indah Raya, RT 10/RW 08, Kelurahan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, memaksa evakuasi darurat warga rentan. Ketinggian air dilaporkan mencapai satu meter, menyulitkan aktivitas sehari-hari dan membahayakan keselamatan ibu hamil, balita, dan lansia.

Petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat menggunakan perahu karet untuk mengevakuasi warga. Seorang ibu muda terlihat memeluk erat anaknya di atas perahu sambil memegang payung merah muda, menunjukkan kepanikan dan kewaspadaan terhadap arus air yang deras.

Tiga petugas pemadam kebakaran dari Pos Taman Palem, Cengkareng, bekerja keras mendorong dan menarik perahu melawan arus. Kondisi ini menunjukkan kesigapan tim SAR lokal dalam menghadapi banjir yang terjadi mendadak, sekaligus menekankan risiko tinggi bagi kelompok rentan bila tidak segera dievakuasi.

Warga Khawatir Terhadap Anak Dan Keamanan

Nisa (30), salah satu warga yang dievakuasi, mengaku khawatir akan keselamatan anaknya yang masih balita. Ia awalnya ingin bertahan di rumah, namun ketinggian air yang terus naik memaksa dirinya mengambil keputusan untuk mengungsi.

Ibu muda ini berharap bisa pindah ke rumah kakaknya di kawasan Semanan, yang relatif aman dari banjir. Kekhawatirannya juga terkait pemadaman listrik mendadak dan kesulitan akses air bersih apabila tetap bertahan di rumah yang terendam.

Keputusan Nisa menunggu bantuan perahu karet terbukti tepat. Meski sempat berniat menerobos banjir bersama suaminya, ia memilih menunggu tim damkar demi keselamatan sang anak. Hal ini menunjukkan kesadaran pentingnya prioritas keselamatan anak dalam kondisi darurat banjir.

Baca Juga: Viral di Majalengka, Aksi Ibu-Ibu Berkerudung Mencakar Angkasa

Proses Evakuasi Dan Peran Petugas

Proses Evakuasi Dan Peran Petugas 700

Selama evakuasi, petugas memastikan keamanan warga di atas perahu karet. Arus air yang tinggi, setinggi pinggang orang dewasa, menjadi tantangan besar. Namun, koordinasi dan kerja sama tim damkar membuat proses evakuasi berjalan lancar.

Para petugas membawa peralatan penyelamatan lengkap, memastikan semua warga termasuk lansia dan balita dapat naik perahu dengan aman. Setiap perahu diarahkan menuju area aman di rumah warga yang tidak terdampak banjir, sehingga risiko kecelakaan dapat diminimalkan.

Selain itu, pendataan warga terdampak juga dilakukan untuk memastikan tidak ada kelompok rentan yang tertinggal. Proses ini menjadi kunci agar bantuan dapat diteruskan secara cepat dan tepat sasaran, terutama bagi mereka yang membutuhkan perhatian khusus seperti ibu hamil dan anak-anak.

Harapan Warga Dan Penanganan Banjir

Nisa membawa tas ransel berisi pakaian ganti dan perlengkapan bayi seadanya. Ia berharap bencana banjir yang terus menerus terjadi di Jakarta segera dapat diatasi, agar warga tidak lagi harus menghadapi risiko kehilangan rumah atau keselamatan anak-anak mereka.

Warga setempat menyuarakan pentingnya perhatian pemerintah terhadap perbaikan drainase dan mitigasi banjir. Hal ini menjadi momentum bagi pihak berwenang untuk memperkuat upaya penanggulangan bencana dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Kisah evakuasi Nisa dan warga lainnya menunjukkan bahwa kolaborasi antara petugas damkar dan masyarakat sangat penting. Respons cepat dan koordinasi efektif mampu menyelamatkan nyawa, terutama bagi kelompok rentan, sekaligus menegaskan perlunya mitigasi bencana jangka panjang di Jakarta Barat.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari news.detik.com
  • Gambar Kedua dari megapolitan.kompas.com

Similar Posts