Curhat Ibu-Ibu Petani Purwakarta ke Waka BGN, Jangan Singkong Terus

Ibu-ibu petani Purwakarta curhat ke Waka BGN soal menu bantuan pangan yang monoton mereka berharap variasi makanan bergizi.

Purwakarta ke Waka BGN, Jangan Singkong Terus

Menggantikan singkong yang terus-menerus disajikan. Aspirasi ini tak hanya demi selera, tetapi juga untuk kesehatan keluarga dan anak-anak. Waka BGN menanggapi serius, berjanji mempertimbangkan revisi menu serta dukungan pangan lokal.

Berikut ini DUNIA IBU IBU CANGGIH INDONESIA akan memberikan informasi menarik lainnya tentang ibu-ibu.

tebak skor hadiah pulsa  

Curhat Ibu-Ibu Petani Purwakarta ke Waka BGN

Sejumlah ibu-ibu petani di Purwakarta baru-baru ini menyampaikan aspirasi mereka kepada Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (Waka BGN). Dalam pertemuan yang berlangsung hangat, mereka mengungkapkan keluhan mengenai menu bantuan pangan yang diterima selama ini.

Para petani mengaku bahwa singkong memang mudah didapat dan praktis, tetapi konsumsi berulang membuat keluarga merasa bosan. Mereka ingin adanya menu tambahan seperti sayuran, lauk-pauk, dan bahan pangan lokal lain yang bisa menyeimbangkan gizi keluarga. Aspirasi ini muncul dari pengalaman sehari-hari mereka di ladang dan rumah tangga.

Waka BGN menanggapi keluhan ini dengan serius. Ia menyatakan bahwa masukan masyarakat sangat penting untuk evaluasi program distribusi pangan dan gizi. Dialog ini menjadi bukti bahwa partisipasi petani dan masyarakat bisa mendorong kebijakan yang lebih manusiawi dan tepat sasaran.

Ragam Menu Yang Diinginkan Petani

Selain singkong, ibu-ibu petani Purwakarta mengusulkan variasi menu yang lebih sehat dan bergizi. Sayuran lokal seperti kangkung, bayam, dan labu menjadi pilihan favorit karena mudah ditanam sendiri dan cocok untuk keluarga. Penambahan lauk-pauk sederhana seperti tempe, tahu, atau ikan juga dianggap akan menambah gizi dan selera makan anak-anak.

Beberapa ibu bahkan menyarankan agar ada edukasi mengenai cara memasak menu yang bergizi dari bahan lokal. Mereka berharap pengetahuan ini bisa membantu keluarga tetap sehat meski dengan bahan pangan sederhana. Selain itu, menu baru bisa meningkatkan produktivitas ibu-ibu karena lebih bersemangat memasak untuk keluarga.

Tidak hanya itu, variasi menu juga akan membantu mengurangi kejenuhan pangan. Dengan adanya variasi, anak-anak dan anggota keluarga bisa mendapatkan nutrisi yang seimbang, mencegah stunting, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan. Petani menekankan bahwa menu bergizi seharusnya mudah diakses dan terjangkau.

Baca Juga: Jelang Ramadhan, Ibu-Ibu Candirejo Panen Mawar Dan Rezeki Melimpah!

Tanggapan dan Komitmen Waka BGN

Tanggapan dan Komitmen Waka BGN=

Waka BGN menyampaikan bahwa pihaknya menyadari tantangan distribusi pangan di daerah pedesaan. Ia berjanji akan mempertimbangkan masukan ibu-ibu petani Purwakarta untuk revisi program menu pangan. “Kami ingin setiap keluarga mendapatkan gizi seimbang, bukan sekadar makanan yang mengenyangkan,” ujarnya.

Selain itu, pihak BGN juga akan mengkaji kemungkinan memasukkan bahan pangan lokal dalam paket distribusi. Hal ini sekaligus mendukung petani lokal karena produk mereka bisa terserap lebih banyak oleh masyarakat. Dengan demikian, program gizi dan ekonomi lokal bisa berjalan seiring.

Waka BGN menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Dialog langsung seperti ini dianggap efektif untuk mengetahui kebutuhan nyata di lapangan. Ibu-ibu petani berharap pertemuan ini bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi awal perubahan nyata dalam menu bantuan pangan.

Dampak Positif bagi Masyarakat Purwakarta

Jika usulan menu bervariasi terealisasi, dampak positif akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Keluarga bisa mendapatkan nutrisi yang lebih baik, anak-anak tetap sehat, dan produktivitas ibu-ibu meningkat karena lebih semangat menyiapkan makanan. Menu yang bervariasi juga bisa meningkatkan kreativitas memasak bagi warga desa.

Selain itu, petani lokal akan mendapatkan peluang pasar yang lebih luas. Sayuran dan bahan pangan lokal bisa terserap untuk memenuhi paket bantuan, sehingga ekonomi pedesaan ikut terdongkrak. Hal ini diharapkan bisa menumbuhkan semangat usaha dan menjaga kedaulatan pangan lokal.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari nusantaraterkini.co
  • Gambar Kedua dari nusantaraterkini.co

Similar Posts