Tertipu Travel Umroh Bodong, Emak-Emak Tangkap Terduga Pelaku Penipuan
Sekelompok emak-emak korban travel umroh bodong nekat menangkap terduga pelaku penipuan setelah gagal berangkat ke Tanah Suci.
Ibadah umroh adalah impian banyak umat Muslim. Demi bisa berangkat ke Tanah Suci, tak sedikit orang yang rela menabung bertahun-tahun, menyisihkan uang dari hasil berdagang, hingga menggadaikan barang berharga. Namun, impian suci itu bisa berubah menjadi mimpi buruk ketika terjebak travel umroh bodong.
Berikut ini DUNIA IBU IBU CANGGIH INDONESIA akan memberikan informasi menarik lainnya tentang ibu-ibu.
Awal Mula Janji Manis Umroh Murah
Kasus ini bermula dari tawaran paket umroh dengan harga jauh di bawah pasaran. Terduga pelaku mengaku sebagai perwakilan biro perjalanan resmi dan menjanjikan keberangkatan cepat tanpa antre panjang. Ia juga menunjukkan dokumen, foto-foto jamaah, serta testimoni yang meyakinkan.
Banyak korban tergiur karena harga yang ditawarkan terbilang “promo terbatas”. Dengan iming-iming diskon khusus dan keberangkatan dalam waktu singkat, para emak-emak tersebut segera mendaftarkan diri. Sebagian bahkan mengajak keluarga dan tetangga untuk ikut serta.
Tanpa rasa curiga, para korban menyetorkan uang secara bertahap hingga lunas. Mereka menerima kuitansi dan janji tiket serta visa akan diproses mendekati hari keberangkatan. Namun, waktu terus berjalan dan tak ada kepastian yang diberikan.
Kejanggalan Mulai Tercium
Menjelang tanggal yang dijanjikan, para calon jamaah mulai gelisah. Informasi terkait tiket pesawat, jadwal manasik, dan pengurusan visa tak kunjung jelas. Setiap kali ditanya, terduga pelaku selalu memberikan alasan: sistem sedang gangguan, jadwal berubah, atau menunggu konfirmasi dari pusat.
Beberapa korban mulai melakukan pengecekan mandiri terhadap legalitas travel tersebut. Hasilnya mengejutkan—nama biro perjalanan yang disebutkan ternyata tidak terdaftar secara resmi. Bahkan alamat kantor yang dicantumkan ternyata hanya rumah kontrakan yang sudah kosong.
Kecurigaan pun berubah menjadi kepastian ketika nomor telepon terduga pelaku sulit dihubungi. Pesan tak dibalas, panggilan diabaikan. Di titik itulah para korban sadar bahwa mereka kemungkinan besar menjadi korban penipuan.
Baca Juga: Heboh di Asahan, Polisi Disiram Bensin dan Digigit Ibu-ibu Saat Tangkap
Emak-Emak Bergerak Dan Tangkap Terduga Pelaku
Merasa dirugikan dan tak ingin pelaku kabur begitu saja, para korban sepakat untuk bertindak cepat. Berbekal informasi dari salah satu kenalan, mereka mengetahui keberadaan terduga pelaku di sebuah lokasi.
Tanpa menunggu lama, sejumlah emak-emak mendatangi tempat tersebut. Suasana sempat memanas ketika pelaku mencoba mengelak dan berdalih hanya sebagai perantara. Namun, para korban sudah terlanjur emosi karena merasa dipermainkan.
Dengan penuh keberanian, mereka menahan terduga pelaku agar tidak melarikan diri sambil menghubungi aparat kepolisian. Aksi spontan tersebut menjadi sorotan warga sekitar. Tak lama kemudian, pihak berwajib datang dan mengamankan terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.
Modus Travel Umroh Bodong Yang Kerap Terjadi
Kasus ini bukanlah yang pertama. Sebelumnya, Indonesia juga pernah dihebohkan dengan skandal travel umroh bodong seperti yang melibatkan First Travel dan Abu Tours. Ribuan calon jamaah menjadi korban dengan total kerugian mencapai miliaran rupiah.
Modus yang digunakan umumnya serupa: menawarkan harga sangat murah, menjanjikan keberangkatan cepat, dan memanfaatkan minimnya literasi calon jamaah tentang prosedur umroh resmi. Pelaku biasanya menggunakan nama yang terdengar islami dan meyakinkan.
Selain itu, mereka sering memanfaatkan media sosial untuk promosi, lengkap dengan foto-foto mewah dan testimoni palsu. Tidak jarang, pelaku juga memanfaatkan kepercayaan di lingkungan komunitas atau pengajian agar calon korban merasa aman.
Pentingnya Mengecek Legalitas Travel
Agar kejadian serupa tak terulang, masyarakat perlu lebih waspada dalam memilih biro perjalanan umroh. Salah satu langkah penting adalah memastikan travel tersebut terdaftar resmi di Kementerian Agama dan memiliki izin operasional yang sah.
Calon jamaah juga disarankan untuk tidak mudah tergiur harga murah yang tidak masuk akal. Biaya umroh memiliki komponen tetap seperti tiket pesawat, akomodasi, dan visa. Jika harga terlalu jauh di bawah standar, patut dicurigai.
Selain itu, pembayaran sebaiknya dilakukan melalui rekening resmi perusahaan, bukan rekening pribadi. Mintalah kontrak tertulis yang jelas dan simpan semua bukti transaksi. Bila perlu, cari referensi dari jamaah yang benar-benar pernah berangkat melalui travel tersebut.
Sumber Informasi Gambar:
-
- Gambar Utama dari YouTube
- Gambar Kedua dari YouTube